Jumat, 20 Oktober 2017

Persatuan Seremonial

PERSATUAN SEREMONIAL

Oleh : Setiyono

Alkisah disebuah hutan rimba, hidup 4 ekor sapi. Dari semua sapi-sapi yang ada itu, mereka memiliki masalah antara satu dengan yang lain. Saling dengki, saling benci, dan saling intrik. Tapi walaupun begitu, mereka tetap hidup berdampingan. Bersama-sama menikmati lezatnya rumput dan dedaunan yang ada didalam hutan.

Sampai pada suatu ketika, dari balik semak-semak, ada seekor singa yang mengintai dan siap menerkam sapi-sapi itu. Terus mengintai dan mengendap-endap, terus bergerak maju hingga posisi semakin dekat, para sapi tetap tidak sadar dengan keberadaan singa. Sampai akhirnya, singa itu berhasil menerkam salah satu dari 4 ekor sapi itu dan menyantapnya.

Saat melihat ada seekor sapi diterkam oleh singa, sapi-sapi yang lain tidak menyelamatkan. Mereka hanya melihat dari kejauhan dan membiarkan semua rangkaian pembantaian itu. Dalam benak masing-masing sapi yang tersisa, bahwa itu bukan urusannya. Karena yang penting dirinya selamat, masa bodo dengan  sapi yang tengah diterkam singa. Toh sapi yang diterkam itu juga tidak begitu disukai olehnya. Begitulah yang muncul dalam benak sapi-sapi tersebut.

Lalu beberapa hari kemudian, saat 3 ekor sapi yang tersisa ini tengah asyik pula memakan rumput. Datang lagi sang singa, dan langsung menerkam salah satu dari mereka, kemudian menyantapnya. Saat melihat kejadian ini, 2 sapi yang tersisa masih melalukan hal yang sama. Hanya melihat, tidak melakukan upaya penyelamatan apapun. Karena menurut mereka, itu bukan urusannya. Karena yang penting dirinya selamat.

Kejadian seperti itu terus berulang, saat 2 ekor sapi sedang asyik makan rumput. Diterkam pula salah satunya oleh singa. Dan sapi yang selamat, masih tetap melakukan hal yang sama. Yang penting dirinya selamat. Tak ada urusan dengan sapi yang diterkam singa, toh sapi yang diterkam itu juga tidak disukainya.

Sampai akhirnya, 1 ekor sapi yang tersisa itu ternyata diterkam pula oleh singa. Meraung-Raung sapi tersebut minta tolong, menangis, sangat ketakutan, dan meronta-ronta tak karuan. Persis seperti yang pernah dilakukan oleh sapi-sapi sebelumnya. Namun tidak ada satu pun yang menolong. Karena saat itu sudah tidak ada sapi yang lain. Maka maut pun mendekatinya, karena taring singa sudah merobek lehernya, darahnya mengucur deras, dan tidak bisa berbuat apa-apa saat singa merobek-robek dagingnya dan melahapnya. Barulah kemudian, sapi itu sadar, jika dahulu dia tidak membiarkan singa menerkam sapi yang lain, pasti hari ini dia tidak akan diterkam oleh singa. Tapi apalah daya, semua sudah berlalu. Individualisme, egoisme, saling dengki, dan ketidakpeduliannya antar sapi dimasa lalu, telah menyebabkan mereka lemah. Sehingga yang seharusnya mereka bisa menghalau singa dengan kekuatan bersama, tapi kini telah menjadi santapan singa akibat perpecahan.

#Jangan menjadi seperti sapi

Kisah diatas, jika kita korelasikan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini. Seyogyanya mampu kita jadikan sebagai bahan refleksi. Mengingat beberapa waktu belakangan ini, konflik antar sesama warga bangsa, semakin jelas terasa. Terlebih lagi saat Proses transisi kepemimpinan DKI, konflik itu semakin keruh saja rasanya. Menjauhkan kita dari identitas bangsa, yakni bangsa yang satu, berdaulat, berkeadilan, tenggang rasa, dan saling gotong royong.

Semakin kesini, persatuan kita terasa hanya muncul secara seremonial belaka. Kita bisa bersatu saat upacara kemerdekaan dan bersatu dalam aktivitas di rumah-rumah ibadah, tapi keluar dari itu, kita saling bertikai, saling berkhianat, dan saling hancur menghancurkan.

Kondisi demikian jika tidak segera diakhiri, tentu tidak baik untuk masa depan demokrasi, ekonomi, politik dan kedaulatan bangsa kita. Mengingat semakin hari, perubahan zaman semakin cepat. Teknologi terus berkembang pesat, dan kompetisi antar bangsa semakin mengemuka. Jika kita tidak segera insyaf dan segera mengkonsolidasi diri, tentu kita akan menjadi bagian dari orang-orang yang kelak akan dipersalahkan zaman.

Jakarta, 20 Oktober 2017

Sabtu, 07 Januari 2017

Resensi buku Pandangan Hidup Muslim tulisan Professor dokter Hamka

Sore ini saya sempatkan mewawancarai suami sendiri yang sudah hampir selesai membaca buku tersebut.


Berikut ini resensinya
Semoga menambah keyakinan dan keIslaman kita.
Dan membuat kita tertarik untuk membaca buku Dr. Hamka ini.

Apa yang dibahas dalam buku tersebut?

Pada bagian awal buku ini menjelaskan tentang pentingnya kita untuk Istiqomah artinya komitmen dengan keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena ketika kita tidak mampu untuk komitmen maka peluang-peluang untuk terjerumus kedalam paham-paham ataupun ideologi yang menghancurkan kita itu akan sangat besar.

Artinya keistiqomahan kita, kekokohan iman kita kepada Allah tersebut adalah salah satu perisai untuk membentengi kehidupan kita dari kehancuran itu.

Kemudian kita juga dituntut untuk senantiasa -dalam bahasa Hamka nya itu- adalah mencari Allah, selalu mencari di sini bukan berarti mencari Allah secara fisik atau bagaimana wujud Allah.

Mencari Allah artinya ketika kita menemukan sebuah persoalan maka kita kita harus mencoba senantiasa mampu untuk mendefinisikan bahwa itu dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Ketika kita melihat gunung, melihat fenomena-fenomena alam dan sebagainya, melihat bagaimana dunia ini, alam yang indah, lautan yang luas, langit, laut, gunung, matahari, bulan bintang dan manusia-manusia yang berjalan, makhluk-makhluk lainnya, semua itu adalah salah satu bentuk dari bukti adanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kita harus terus mencari, karena semakin lama, semakin kita kuat mencari maka semakin kuat pula keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Artinya mencari data penguat ataupun data pendukung bahwa Allah Subhanahu ta'ala itu ada itu salah satu cara untuk mempertahankan keistiqomahan tadi.

Kemudian pada bagian selanjutnya buku ini menjelaskan tentang pentingnya kita meyakini bahwa kita ini sebagai umat Islam, umat yang terbaik. Umat yang beragama Islam yang pertama kita harus sadar bahwa kita ini adalah sebaik-baik umat dibandingkan umat yang lain secara ketauhidan kita, yang secara agama dibandingkan dengan agama lain itu yang pertama.

Yang kedua, ketika kita sudah meyakini bahwa kita adalah umat yang terbaik, maka bagaimana agar kita bisa termasuk ke dalam golongan umat yang baik. Sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam surat ali-imran ayat 10 yang artinya, kamu umat Islam, adalah umat terbaik, yang dilahirkan untuk manusia karena kamu menyuruh berbuat makruf dan mencegah yang mungkar.
Di dalam tafsir Hamka itu, ketika kita sudah meyakini bahwa agama kita itu jauh lebih baik dan baik lebih baik dibandingkan agama yang lain, selanjutnya adalah kita dituntut untuk menjadi umat yang terbaik. Begitulah syarat untuk menjadi bagian dari umat yang terbaik, kita harus mampu untuk menyuruh manusia untuk mengerjakan, menyuruh kepada hal yang marah ya makruf dan mencegah dari hal-hal yang mungkar.
Ketika ini tidak dilakukan, ketika umat Islam, orang yang sudah beragama Islam sekalipun ketika dia tidak mau melakukan yang Ma'ruf dan mencegah yang mungkar maka dia bukan bagian dari golongan umat yang terbaik, itu kata Allah, dalam dalam tafsir Hamka dan ini benar rasional.
Karena tidak mungkin hanya sebatas karena kita mengaku sebagai orang yang beragama islam tetapi kita tidak mampu untuk mentransformasikan keislaman kita itu dalam bentuk beramar Ma'ruf dan mencegah yang mungkar.
Artinya sepanjang kita bisa melakukan itu maka kita akan masuk dalam golongan umat yang terbaik, tapi jika tidak maka kita jatuhnya akan sama seperti umat yang lainnya.  Dalam tafsiran Hamka, seperti itu sama jadi nanti sebagai umat Yahudi, Nasrani, jadi tidak ada gunanya juga kita mengaku sebagai orang yang beragama Islam.

Kita sebagai manusia sebagai umat Islam khususnya itu juga harus mampu untuk banyak bertanya dengan segala situasi yang ada dalam kehidupan ini artinya kita dituntut untuk mampu berpikir jauh. Mencari tahu, meriset, menganalisa, namun dari semua kebebasan kita berpikir itu harus dibatasi dengan ketauhidan kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Artinya kepada hal-hal yang sifatnya temporer itu silahkan kita berpikir sejauh mungkin, sedalam mungkin, tetapi ketika hal itu hal-hal yang sifatnya Absolut tentang Allah, yang menciptakan, lalu bahwa ada Muhammad, surga dan neraka, maka kita harus percaya dan harus yakin dengan itu, tidak perlu lagi untuk mendialogkan itu dengan keliaran pikiran kita.

Kemudian dalam buku ini pada bagian bagian tengahnya, kita dianjurkan untuk mampu memahami bahwa kehidupan ini indah. Hal itu bisa dengan menikmati kehidupan ini jangan mengeluh dengan kondisi kehidupan ini, kita nikmati.

Sejatinya hidup itu indah dan bagaimana untuk mencapai keindahan hidup itu kita tidak perlu hanya sebatas sibuk dengan satu aktivitas, hanya sibuk dengan aktivitas politik, hanya sibuk dengan aktivitas ekonomi bisnis, sibuk dengan aktivitas ilmu pengetahuan. Bukan seperti itu, yang dimaksud Indahnya hidup itu kita sekali-kali kita juga harus mampu mengisi dengan, bagaimana kita mampu melihat ketika mawar itu mekar, burung itu terbang, ketika rembulan itu bersinar.

Ini yang dikatakan Hamka bahwa sejauh mana kemampuan kita untuk menyelami sampai sedalam itu itulah inti dari kehidupan yang indah.
Kalau hanya sebatas ilmu pengetahuan saja yang dimiliki misalnya, maka dia juga akan menjadi manusia yang gersang dan tidak bisa merasakan bagaimana indahnya hidup
Ada jeda waktu, ada bagian-bagian waktu di mana kita bisa asyik bercanda dengan keluarga, bertegur sapa dengan masyarakat sekitar kita, berjamaah di mesjid, bertemu dengan masyarakat, menikmati alam yang indah, menikmati hari, menikmati bunga yang bermekaran harumnya, burung yang berterbangan, angin semilir, dan sebagainya. Ini adalah salah satu seni untuk mendapatkan kehidupan yang indah

Setelah ketauhidan kita kepada Allah itu kuat, maka selanjutnya kita dianjurkan untuk mampu meneladani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena ini sudah pasti. Antara Allah dan rasul itu adalah sesuatu yang saling berkaitan berkelindan. Tidak bisa dipisah-pisahkan, dimana ketika kita yakin dengan Allah maka kita juga harus yakin dengan Muhammad sollallahu alaihi wasallam.
Mengikuti apa yang dijalankan oleh Muhammad sollallahu alaihi wasallam untuk mengarahkan kita kepada Allah subhahu wa ta'ala.
Berperilaku meneladani rasulAllah cahaya bagi dunia, cahaya bagi dunia ini yang dulu orang jahiliyah, yang bisa dirubah menjadi manusia yang mengerti ke mana seharusnya tujuan hidup itu.

Kemudian selanjutnya dalam buku ini Hamka menjelaskan tentang pentingnya kita untuk memperluas ilmu pengetahuan kita. Memperdalam ilmu pengetahuan kita, kalau kita mampu menciptakan teknologi-teknologi yang bisa menembus langit yaitu silahkan, bagus dan Allah malah menantang itu. Jika jin dan manusia itu mampu sampai ke langit, ya silahkan nggak masalah. Artinya kita yang dituntut untuk memperbanyak ilmu pengetahuan kita, meneliti lebih jauh, membuat sebuah penemuan-penemuan, penelitian, dengan catatan itu semua harus diniatkan untuk   mendekatkan diri kepada Allah, ataupun menjelaskan secara rasional terhadap apa apa yang sudah diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam al-qur'an.

Sedangkan pada bagian bagian terakhir, bahwa antara ilmu dan agama itu juga tidak boleh kita pisah pisahkan. Artinya ketika kita mendalami sebuah ilmu pengetahuan maka tinggal di seimbangkan dengan mendalami agama. Karena kebanyakan, ketika hanya fokus hanya pada ilmu pengetahuan maka nanti akan menjadi semakin liar dan kita jadi semakin tidak percaya dengan agama. Menjadi semakin jauh dengan agama, bahkan tidak percaya, kita bisa terjebak dengan pikiran-pikiran orang-orang pemikir barat dan sebagainya.
Ini artinya antara ilmu dan agama memang sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Kalau kita berniat untuk memecahkan persoalan-persoalan ataupun memecahkan tentang misteri-misteri yang terkandung dalam ayat Alquran misalnya, pengetahuan itu bagus untuk memperkuat keimanan kita.

Demikian sekilas isi buku Hamka, Pandangan hidup muslim..

Bagi yang berminat, bisa hubungi 081371662013

Minggu, 28 Agustus 2016

Buku Spritualitas Kader


Judul Buku: Spritualitas Kader, Anis Matta
Penyusun : Sitaresmi S. Soekanto
Penerbit : Bidang Arsip dan Sejarah Sekjen DPP PKS

Salah bila kita mengatakan bahwa buku ini karangan atau tulisan Anis Matta, karena buku ini adalah kumpulan materi Taujih dan Tatsqif presiden PKS saat itu Anis Matta.
Tokoh muda ini (menurut saya) penuh dengan potensi yang mampu menarik perhatian banyak pihak baik internal maupun eksternal partainya. Salah satunya dapat kita rasakan lansung melalui materi taujih dan tatsqif yang ia sampaikan pada beberapa kesempatan yang dirangkum di dalam buku ini.
Berikut ini rangkuman buku ringan dan padat tersebut.
Faktor-faktor kekuatan dakwah (Narasi Presiden PKS, 01 April 2013)
Beberapa hal yang dapat membawa PKS mencapai targetnya:
Pertama: Setiap kader percaya penuh kepada Allah SWT dan percaya bahwa Allah SWT punya cara untuk memenangkan dakwahNya sendiri.
Kedua: Setiap kader percaya kepada manhajnya yang terdiri dari al-Qur’an, Sunnah dan sirah para Nabi serta sejarah dakwah itu sendiri yang insyaAllah memadai sebagai referensi dan sumber ilham untuk mendapatkan solusi.
Ketiga: Kepercayaan kepada kemampuan qiyadah dan kader.
Keempat: Struktur organisasi terutama di DPP merupakan struktur harakah sebagai gerakan dakwah yang syamilah dan pada waktu yang sama sekaligus sebagai struktur pemenangan pemilu.
Pada saat menghadapi pemilu tersebut, perlu diperhatikan beberapa hal berikut: Keikhlasan jihad di jalan Allah.
Kembali kepada prinsip bahwa nilai seseorang bukan ditentukan oleh posisi yang didudukinya melainkan peran yang dilakukannya dan kontribusi yang diberikannya.
PKS harus fokus kepada pertempuran besar dan mulai meninggalkan pertempuran kecil agar energy yang ada tidak disia-siakan untuk pencapaian kecil, melainkan lebih fokus kepada pencapaian besar. Perancangan pemenangan yang memiliki rambu-rambu yang kemudian digabungkan dengan ijtihad lapangan di daerah, fleksibilitas operasional, respon cepat terhadap perkembangan di lapangan, mandiri dengan sumberdaya sendiri.

Ini baru satu  dari tujuh materi dan narasi Anis Matta yang disusun di dalam buku tersebut. InsyaAllah akan saya sambung kembali rangkuman buku ini.

 Saran saya, sediakan hp or pc which connected to the internet saat membaca buku ini, buat searching istilah asing. Karena di dalamnya bertebaran istilah dan ayat serta hadits)

Mau baca buku ini, beli bukunya di sini.

Atau hubungi Setiyono di 081371662013
Cek buku lainnya di fb https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1070274173008996&id=100000792700558

Free ongkir all Nusantara*

#enjoyreading
Thanks 4 reading




Buku Menjadi Pribadi Penuh Cinta

Judul Buku: Menjadi Pribadi Penuh Cinta, Kiat membentuk Karakter Muslim Idaman
Terjemahan : 70 Wahiyyatun fi Mahabbatin an-Nas wa Kasbi Waddihim
Penulis : Amir Syamakh
Penerjemah : Wahyudi
Penerbit : Insan Kamil
Cintailah Allah, dan seluruh makhlukNya akan mencintai anda
Saya sangat senang dengan sebuah hadits ini:
Sesungguhnya, jika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan memanggil malaikat Jibril dan Allah akan berkata kepadanya, Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia. Maka jibrilpun mencintainya. Kemudian malaikat jibril akan berseru di langit, sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia. Kemudian penduduk langit akan mencintainya, dan kemudian penduduk bumi pun akan mencintainya.
Sungguh kuat sekali pengaruh cinta Allah kepada seorang hamba, hingga penduduk langit dan bumi pun mencintai hamba tersebut.
Hadits lainnya :
Di antara doa nabi Daud adalah, Ya Allah, kami memohon cintamu dan cinta dari orang yang mencintaimu. Kami memohon agar dapat beramal yang dapat membawa kepada rasa cinta kepadamu. Ya Allah jadikanlah rasa cintaMu lebih aku cintai dari kecintaanku kepada diriku sendiri, dari cintaku kepada keluargaku dan dari dinginnya salju.
Salah satu pengaruh cinta seorang hamba kepada Tuhannya adalah bahwa cinta itu akan selalu ada meskipun ia telah meninggal dunia.
Pakaian takwa itu lebih baik
Pakaian ini dapat memberikan kewibawaan bagi pemakainya, dicintai banyak orang karena ketinggian akhlaknya.
Saling cinta syarat masuk surga
Hadiah awal dari cinta, saling memberi hadiah adalah perintah Rasulullah saw.
Bersikap dengan seimbang
Zuhudlah, mereka akan mencintai anda, sebagaimana yang disebutkan di dlaam hadits :
Perbuatan yang dapat mendatangkan kecintaan Allah kepadamu adalah jika engkau bersikap zuhud terhadap dunia. Sementara perbuatan yang membuat engkau dicintai manusia adalah, lihatlah harta dunia ini dan berikanlah kepada mereka.
Jauhilah maksiat
Jauhilah perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Perbuatan ini dapat menyebabkan pelakunya memiliki berbagai macam penyakit jiwa, menghalangi rezekinya dan merubah sikap manusia lain kepadanya bahkan membencinya.


Mau bukunya, bisa beli di sini
Atau
Hubungi 081371662013

#enjoy reading

Senin, 15 Agustus 2016

Buku Kado Pernikahan untuk Istriku

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah beberapa bulan tidak menulis, malam ini saya sempatkan menulis beberapa paragraph, insyaallah kali ini saya akan mengulas sedikit buku karya Mohammad Fauzil Adhim yang berjudul Kado Pernikahan untuk Istriku.

Dari judulnya saja kita sudah bisa mengerti jenis buku yang satu ini, ya pernikahan, keluarga, suami istri.

Buku ini teridiri dari tiga jendela, yang masing-masing jendela memiliki segmen pembaca yang berbeda (on my opinion).

Untuk saat ini kita hanya akan mengulas sedikit jendela pertama. Jendela yang tiap wanita yang ingin menikah atau akan menikah bisa membukanya dengan leluasa.
Jendela ini berisi masalah seputar pinangan atau khitbah, persiapan pernikahan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pernikahan dan walimatu ursy nya.

Di dalam jendela pertama ini terdapat dua bagian yang masing-masing terdiri dari lima dan delapan bab.

Pada bagian pertama dibahas bagaimana pinangan atau khitbah, menemukan calon pendamping yang baik, hingga pelaksanaan pinangan.

Saat membaca judul buku ini, mungkin kita akan mengira bahwa ia sama dengan buku-buku lainnya yang berbicara tentang pernikahan. Namun setelah mendalami sedikit saja jendela pertamanya, kita akan dibawa kepada realita lapangan.Bagaimana kekhawatiran perempuan yang tidak juga menikah, bagaimana kesiapan dalam memasuki pintu pernikahan dan berbagai hal lain yang sering kita temui dikehidupan nyata.
Fakta-fakta tersebut oleh penulis selanjutnya dibawa kepada sirah dan kisah orang-orang yang telah mendahului kita, dengan disertakan dalil nash baik al-Qur’an maupun hadits. Buku ini membawa kita berfikir jernih dan membantu memberikan pandangan untuk menjawab pertanyaan dan permasalahan seputar pernikahan.

Akan lebih nikmat bila kita bisa membaca dan menyelaminya sendiri, karena di dalamnya tidak hanya ilmu namun do’a-do’apun selalu menyertai setiap sub bab pembahasannya.

Demikian untuk malam ini, insyaallah akan saya sambung kembali. Semoga Allah memberikan nikmat sehat dan waktu serta hidayah dan kekuatan bagi kita semua hingga bisa kembali membaca dan menulis kalimat-kalimatNYa.

Wallahu a’lam.
Jakarta, 16 08 16

Any way.. Before left this blog, would you see my husband's product.. 
Jual buku, beli buku... Call him at 081371662013

He juga menyediakan berbagai jenis buku dari berbagai penulis dan penerbit, sepeti yang di bawah ini...
------------
Buku Karya Ahmad Mansur Suryanegara : 

1. Api sejarah 1
2. Api Sejarah 2

-------------
Buku Istri dan Shahabiyah Rasul :

1. Ummahatul Mukminin. 
2. Khadijah Cinta Sejati Rasulullah. 
3. 35 sirah shabiyah 2 jilid. 

---------

Buku Bacharudin Jusuf Habibie :

1. Habibie Ainun. 

-----------
Buku-buku terbitan Akbar Media : 

1. Tazkiyatun Nafs.
2. Shahih Fiqih Wanita. 
3. Hadist Qudsi. 
4. 5 khalifah kebanggaan Islam. 
5. Perantara terkabulnya doa. 
6. Shalat empat Mazhab. 
7. Wanita-wanita kebanggaan Islam. 
8. Menjadi ahli ibadah yang kaya. 
9. Jalan orang Shalihin menuju syurga. 
10. Sejarah Islam. 


Dan buku-buku karya penulis lainnya juga sediakan. Tinggal sebutkan buku apa yang teman-teman butuhkan. Insya Allah akan di bantu mencarikan jika di stok kami kosong. 

Kalau minat pesan buku  boleh japri kami.

Terima kasih 😊

Info pemesanan : 

Wa/SMS/Telp : 081371662013
BBM : D16AC004
Instagram : Setiyono.S
Fanspage : Setiyono

Sabtu, 13 Agustus 2016

Beli buku, jual buku

Bulan ini saya bantu share produk2 usaha suami..
Buat yang mau beli buku, jual buku, bisa hubungi ke saya di 085265881918 atau ke suami 081371662013

UPDATE DAFTAR BUKU!

Yuk perluas khazanah keilmuan kita, dengan order dan membaca buku-buku ini.

Buku Karya Buya HAMKA :

1. Merantau ke Deli (Rp 40.000)
2. Tenggelamnya kapal van der wick (Rp 55.000)
3. Dari hati ke hati (Rp 65.000)
4. Pribadi hebat (Rp 65.000)
5. Ghirah (cemburu karena Allah) (Rp 50.000)
6. HAMKA berbicara tentang perempuan (Rp 50.000)
7. Keadilan sosial dalam Islam (Rp 60.000)
8. Lembaga Budi (Rp 60.000)
9. Tasawuf modern (Rp 65.000)
10. Terusir (Rp 45.000)
11. Falsafah hidup (Rp 70.000)
12. Sejarah umat Islam (Rp 220.000)
13. Dari lembah cita-cita (Rp 50.000)b
14. Kesepaduan iman dan amal saleh (Rp 57.000)
15. Pandangan hidup muslim (Rp 115.000)
16. Angkatan baru (Rp 45.000)
17. Dibawah lindungan kakbah (Rp 45.000)
18. 1001 soal kehidupan. (Rp 155.000)
19. Juz Amma tafsir Al Azhar. (Rp 175.000)
20. Tafsir Al Azhar. (Rp 2.450.000)

-----------------
Buku-buku Al kautsar :

1. Biografi Abu Bakar. (Rp 155.000)
2. Be A Winner. Ibnul Jauzi. (Rp 165.000)
3. Biografi Ali. (Rp 165..000)
4. King Faisal. (Rp 87.000)
5. Al wafa'. Ibnul Jauzi. (Rp 170..000)
6. Sebab turunnya Al qu'ran. (Rp 165..000)
7. Wajah peradaban barat. (Rp 125.000
8. Rasulullah bisnis school. (Rp 135.000
9. Biografi Usman. (Rp 165..000)
10. Madarijus Salikin. (Rp 170.000)

-------
Buku terbitan pustaka Al Kautsar :

1. Sejarah bangsa Mesir. (Rp 175.000)
2. Muhammad Al Fatih. (Rp 95.000)
3. Khalid bin Walid. (Rp 175.000)
4. Umar bin Abdul Aziz. (Rp 175.000)
5. Para penakluk muslim. (Rp 145.000)
6. Shalahudin Al Ayubi. (Rp 187.000)
7. Bulughul Maram. 900 halaman. (Rp 225.000)
8. Ibnu Khaldun Mukaddimah. (Rp 298.000)
9. Riyadhus Shalihin. (Rp 265.000)
10. Fiqih Empat Mazhab. (Rp 1.765.000)
11. Solidaritas Islam Untuk Dunia. (Rp 97.000)
12. 7 kaidah utama fiqih muamalat. Yusuf Qardhawi. (Rp 90.000)
13. Fiqih TAMKIN. (Rp 175.000)
14. Fikih wanita praktis. (Rp 87.000)

------------
Buku terbitan Al kautsar :

1. Ketika sakit tak kunjung sembuh. (Rp 50.000)
2. Tafsir dan makna doa-doa dalam Al qu'ran. (Rp 130.000)
3. Fiqih istigfar. (Rp 60.000)
4. Mengapai berkah di bulan Hijriah. (Rp 55.000)
5. Malammu syurgamu malammu nerakamu. (Rp 90.00)
6. Parlemen di negara Islam. (Rp 85.000)
7. Sumbangan peradaban Islam pada dunia. (Rp 195.000)
8. Sumbangan keilmuan Islam pada dunia. (Rp 105.000)
9. Tarikh khulafa. (Rp 120.000)
10. Minhajul qashidin. (90.000)
11. Zadul maad. (Rp 689.000)

-----------------
Buku karya SALIM A FILLAH :

1. Lapis-lapis keberkahan. (Rp 90.000)
2. Menggali ke puncak hati. (Rp 60.000)
3. Rihlah Dakwah. (Rp 70.000)
4. Menyimak kicau Twitter Salim A Fillah. (Rp 65.000)
5. Ingatlah untuk bercermin. (Rp 55.000)
6. Jalan cinta para pejuang. (Rp 55.000)
7. Dalam dekapan ukhuwah. (Rp 70.000)
8. Nikmatnya pacaran setelah menikah. (Rp 60.000)
9. Agar bidadari cemburu Padamu. (Rp 70.000)
10. Saksikan aku seorang muslim. (Rp 65.000)
11. Barakallah. (Rp 90.000)

-----------
Buku Karya ASMA NADIA :

1. Salon kepribadian. (Rp 60.000)
2. Catatan hati seorang istri. (Rp 60.000)
3. Jangan bercerai bunda. (Rp 65.000)
4. Catatan hati yang cemburu. (Rp 60.000)
5. Asalamualaikum Beijing. (Rp 65.000)
6. Sakinah bersama. (Rp 65.000)
7. Antara cita dan Rida Ummi. (Rp 60.000)
8. Pesantren Impian. (Rp 60.000)
9. 16 catatan hati Ummi. (Rp 65.000)
10. Jilbab Traveller. (Rp 70.000)
11. Cinta laki-laki biasa. (Rp 65.000)

--------------
Buku Peradaban Islam :

1. Bangkit dan runtuhnya Andalusia. (Rp 185.000)
2. Rihlah Ibnu Bathutah. (Rp 185.000)
3. Erdogan. (Rp 115.000)
4. Bangkit dan runtuhnya Bani Umayyah. (Rp 185.000)
5. Bangkit dan Runtuhnya Khilah Utsmaniyah. (Rp 185.000)
6. Bangkit dan runtuhnya Daulah Bani Seljuk. (Rp 185.000)

-------------

Buku-buku Induk :

1. Satu set Fiqih Sunah Sayyid Sabiq. (Rp 590.000)
2. Tafsir Ibnu Katsir. (Rp 1.450.000)
3. Atlas Al-Qu'ran. (Rp 210.000)
4. Bidayatul Mujtahid 3 jilid. (Rp 425.000)
5. Kisah para tabiin. (Rp 135.000)
6.

Buku karya TERE LIYE :

1. Hujan. (Rp 67.000)
2. Rindu. (Rp 70.000)
3. Sunset bersama Rose. (Rp 67.000)
4. Bumi. (Rp 65.000)
5. Rembulan tenggelam di wajahmu. (Rp 65.000)
6. Bulan. (Rp 65.000)
7. Negeri para bedebah. (Rp 60.000)
8. Pulang. (Rp 65.000)
9. Kisah sang penanda. (Rp 65.000)
10. Pukat. (Rp 65.000)
11. Burlian. (Rp 65.000)
12. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. (Rp 65.000)
13. Kau, aku dan sepucuk angpao merah. (65.000)

------------

Buku karya Habiburahman EL Sirazy :

1. Api Tauhid. (Rp 67.000)
2. Ayat-ayat cinta 1. (Rp 67.000)
3. Ayat-ayat cinta 2. (Rp 67.000)
3. Catatan motivasi seorang santri. (Rp 65.000)
4. Bumi cinta. (70.000)
5. Dibawah naungan cinta. (Rp 67.000)
6. Cinta suci Zahra. (Rp 65.000)
7. Ketika cinta berbuah syurga. (Rp 67.000)

---------------

Buku karya Felix Y Siauw :

1. Muhammad Al Fatih 1453. (Rp 75.000
2. Beyond The Inspiration. (Rp 70.000)
3. Habist. (Rp 70.000)
4. The cronichle of GhAZI. 1-4. (Rp 230.000)
5. Khilafah. (Rp 75.000)

---------

Buku karya Fauzil Adhim :

1. Positive Parenting. (Rp 70.000)
2. Saat berharga untuk anak kita. (Rp 70.000)
3. Kupinang engkau dengan Hamdalah. (Rp 65.000)
4. Kado pernikahan untuk istriku. (Rp 90.000)
5. Segenggam iman anak kita. (Rp 70.000)
6. Saatnya untuk menikah. (Rp 70.000)
7. Membuat Anak Gila Membaca. (Rp 70.000)
8. Mencari ketenangan di tengah kesibukan. (Rp 70.000)

--------

Buku karya Cahyadi Takariawan :

1. Wonderful Family. (Rp 70.000)
2. Wonderful Wife. (Rp 70.000)
3. Wonderful Husband. (Rp 70.000)
4. Wonderful Couple. (Rp 70.000)

-----------
Buku karya Solikhin Abu Izzudin :

1. ZERO TO HERO. (Rp 65.000)
2. Quantum Tarbiyah. (Rp 65.000)
3. Dead Line Your Life. (Rp 70.000)
4. Super Murobbi. (Rp 65.000)
5. The great power mother. (Rp 70.000)

---------

Buku karya Ahmad Fuadi :

1. Negeri 5 Menara. (Rp 75.000)
2. Ranah 3 warna. (Rp 70.000)
3. Rantau 1 Muara. (Rp 75.000)

---------

Buku karya Andrea Hirata :

1. Laskar Pelangi. (Rp 70.000)
2. Mimpi-mimpi lintang. (Rp 60.000)
3. Edensor. (Rp 65.000)
4. Ayah. (Rp 70.000)
5. Sang Pemimpi. (Rp 65.000)
6. Padang Bulan. (Rp 65.000)
7. Cinta di dalam gelas. (Rp 70.000)

------------

Buku Soe Hok Gie :

1. Catatan Seorang Demonstran. (Rp 155.000)
2. Soe Hok Gie Sekali Lagi. (Rp 135.000)
3. Orang-orang di persimpangan Jalan. (Rp 110.000)
4. Zaman Peralihan. (Rp 145.000)

-------------

Buku karya Anis Matta :

1. Serial Cinta. (Rp 65.000)
2. Delapan Mata Air Kecermerlangan. (Rp 85.000)

------------

Buku karya Yusuf Mansur :

1. Mencari Tuhan Yang Hilang. (Rp 75.000)
2. Kun Fayakun 1. (Rp 70.000)
3. Kun Fayakun 2. (Rp 70.000)
4. Kun Fayakun 3. (Rp 70.000)
5. Semua bisa jadi pengusaha. (Rp 65.000)
6. The miracle of giving. (Rp 70.000)

--------------

Buku Sayyid Qutb :

1. Biografi Sayyid Qutb. (Rp 67.000)
2. Maalim Fii Athariq. (Rp 70.000)
3. Fiqih Pergerakan. Aku wariskan untuk kalian. (Rp 85.000)

-----------

Buku Karya Ramadhan Al Buthy :

1. Sirah Nabawiyah. (Rp 95.000)

-----------
Buku Karya Yusuf Qardhawi :

1. Fiqih Prioritas. (Rp 85.000)
2. Fiqih Negara. (Rp 75.000)
3. Halal dan Haram. (Rp 145.000)
4. Fiqih Perbedaan Pendapat. (Rp 110.000)
5. Rasulullah & Science. (Rp 145.000)

---------
Buku-buku Harakah :

1. Risalah pergerakan 1. (Rp 90.000)
2. Risalah Pergerakan 2. (Rp 90.000)
3. Manhaj Haraki 1. (Rp 125.000)
4. Manhaj Haraki 2. (Rp 125.000)
5. Fiqih Politik. (Rp 95.000)

-------------
Buku karya Fathi Yakan :

1. Komitmen Muslim Sejati. Rp 50.000)
2. Apa komitmen saya kepada Islam. (Rp 75.000)

-------------
Buku karya Jerry D Gray :

1. Rasulullah is my doctor. (Rp 97.000)

------------
Buku Karya Imam Nawawi :

1. Riyadhus Shalihin. (Rp 155.000)

---------
Buku karya Imam Syafi'i :

1. Panduan shalat lengkap. (Rp 98.000)
2. Ringkasan kitab Al Umm 3 jilid. (Rp 350.000

----------
Buku karya Imam Al Ghazali :

1. Bidayatul Hidayah. (Rp 65.000)
2. Kitab cinta dan rindu. (Rp 95.000)
3. Wasiat Imam AL Ghazali. (Rp 120.000)

----------
Buku tentang wanita :

1. Fiqih sunah wanita. (Rp 125.000)

------------
Buku tentang pernikahan :

1. Panduan lengkap nikah A-Z. (Rp 145.000)

------------
Buku Sirah Nabi :

1. Sirah nabawiyah. Ramadhan Al buthy. (Rp 135.000)
2. Kisah para nabi. (Rp 220.000)
3. Sirah Nabawiyah. Ibnu Hisyam. Rp 285.000)

------------
Buku Karya Ahmad Mansur Suryanegara :

1. Api sejarah 1. (Rp 215.000)
2. Api Sejarah 2. (Rp 215.000)

-------------
Buku Istri dan Shahabiyah Rasul :

1. Ummahatul Mukminin. (Rp 145.000)
2. Khadijah Cinta Sejati Rasulullah. (Rp 85.000)
3. 35 sirah shabiyah 2 jilid. (Rp 140.000)

---------

Buku Bacharudin Jusuf Habibie :

1. Habibie Ainun. (Rp 105.000)

-----------
Buku-buku terbitan Akbar Media :

1. Tazkiyatun Nafs. (Rp 158.000)
2. Shahih Fiqih Wanita. (Rp 173.000)
3. Hadist Qudsi. (Rp 143.000)
4. 5 khalifah kebanggaan Islam. (Rp 139.000)
5. Perantara terkabulnya doa. (Rp 65.000)
6. Shalat empat Mazhab. (Rp 157.000)
7. Wanita-wanita kebanggaan Islam. (50.000)
8. Menjadi ahli ibadah yang kaya. (Rp 137.000)
9. Jalan orang Shalihin menuju syurga. (Rp 145.000)
10. Sejarah Islam. (Rp 135.000)


Dan buku-buku karya penulis lainnya, kami juga sediakan. Tinggal sebutkan buku apa yang teman-teman butuhkan. Insya Allah akan di bantu mencarikan jika di stok kami kosong.

Kalau minat pesan buku  boleh japri kami.

Terima kasih 😊

Info pemesanan :

Wa/SMS/Telp : 081371662013
BBM : D16AC004
Instagram : Setiyono.S
Fanspage : Setiyono

Rabu, 21 Oktober 2015

Kamu dan tantangan

Kamu
Cinta, kamu hadir tanpa diminta.
Menghadirkan berbagai rasa.
Memberikan berbagai warna.
Menyanyikan suara berirama.
Cinta, kamu teramat berani bertanya.
Dan saya teramat tak pernah ingin membuatmu kecewa.
Kini kita berada di sini.
Pada situasi yang demikian rumit dan kita masih bersama saat ini.

Allah Akbar.
Ternyata memang tidak mudah untuk bertahan bersama kamu.
Kamu tahu, awal minggu ini saya baru merasakan bagaimana tanggapan orang lain tentang kamu. Tanggapan itu berasal dari orang tua saya.
Ini bukan kali pertama saya tidak sependapat dengan orang tua saya. Tapi ini adalah kali pertama saya menemukan orang tua saya tidak menyukai teman saya.
Selama ini, orang tua saya sangat percaya kepada saya. Hingga minggu ini salah seorang dari keduanya mengatakan kepada saya, bahwa ia tidak menyukai kamu dan meminta saya mencari orang lain di sini.
Ini baru tantangan yang kecil, saya yakin akan ada tantangan lain yang lebih berat lagi di depan kita. Dari sini saya menyadari bahwa kita akan mendapatkan izinNya bila kita menang berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik, dengan menikah.
Saya yakin kita bisa, kita kuat, kita mampu menghadapi semua tantangan yang akan muncul di depan.
Semoga keyakinan saya benar, semoga Dia selalu bersama kita sehingga tidak ada tantangan yang dapat menjatuhkan dan melemahkan kita.
Hingga saat ini, saya masih menunggu kamu. Berharap kamu bisa meyakinkan diri untuk menemui saya melalui cara yang baik.
Berharap saya mampu menghadapi semua tanggapan orang lain tentang kamu, meyakinkan orang tua saya untuk menerima kamu.
Semoga semua doa dan harapan yang selama ini saya minta padaNya, Ia kabulkan. Semoga semua kesalahan yang telah kita lakukan dihapus dengan kebaikan pernikahan kita nantinya.

22 Oktober 2015
Kota yang penuh asap di saat tidak ada huntan yang akan dibakar, Ibu Kota Negara Tercinta, Jakarta.


Sabtu, 12 September 2015

Jawaban

Bismillah
Hidup selalu melahirkan pertanyaan dan permasalahan, karenanya kita dituntut untuk tetap bergerak menemukan jawaban pertanyaan dan penyelesaian permasalahan yang dihadapi sepanjang usia yang diberi.
Hanya penakutlah yang akan berhenti menemukan jawaban pertanyaan yang muncul dan menyerah untuk mendapatkan penyelesaian setiap masalah yang datang dihadapannya.

Sabtu, 05 September 2015

Kakak

Kakak
Seorang perempuan yang lebih tua darimu, seorang yang bisa manjadi contoh bagimu. Kadang ia melebihi kemampuanmu dalam segala hal, dan kamu bisa iri padanya.
Kakak, selama ini tak pernah ku kira aku akan sangat mencintainya. Perempuan bernama kakak itu, meski bukan saudara kandungku namun perhatiannya melebihi semua saudara kandung yang kumiliki.
Kakak, tak pernah juga terpikir olehku akan memiliki perhatian dari seorang perempuan yang ku panggil kakak, karena aku memang tidak memiliki saudara perempuan yang lebih tua dariku.
Kakakku ini, ia memiliki ciri khasnya sendiri. Ia mudah bergaul, memiliki banyak teman karena keramahannya, ia manis dan lembut pada sesama, ia juga pintar berargumen dan berdiskusi karena banyaknya bacaannya.
Kakakku ini, ia bukan sebarang kakak seperti yang lain. Ia memiliki misi perbaikan bagi dunia yang ia mulai dari dirinya sendiri.
Karena begitu banyak kelebihan yang kulihat ada pada dirinya, ia menjadi sosok yang berusaha kutandingi. Aku ingin menjadi lebih baik dari dirinya, meski memang setiap manusia memiliki kekurangan, namun aku hanya akan melihat kelebihan yang ia miliki.
Aku ingin lebih baik darinya, dan bila tidak lebih baik darinya, maka cukup mampu menyeimbangi kemampuan dan capaian yang ia dapatkan. Tapi ternyata semua tidak seperti yang kuinginkan.
Akhir-akhir ini baru kusadari bagaimana ia telah menjadi sosok yang ternyata tidak mampu kutandingi, bahkan tidak mampu kuimbangi. Karena dia memiliki takdirnya sendiri dan aku sendiri.
Perasaan cemburu padanya kadang menjadi cambuk bagiku untuk melakukan apa yang ia lakukan. Memperbaiki diri seperti yang ia jalani, menjadi seorang perempuan terhormat sebagaimana yang ia praktekkan. Menjadi seroang perempuan yang memiliki kehormatan sebagai seorang muslimah.
Namun ternyata aku berbeda dan tidak seperti dia yang mampu menjalani apa yang seharusnya dijalani oleh seorang muslimah yang terhormat. Aku berbeda, aku tidak berada pada posisinya saat aku pada usianya dahulu. Aku tidak mendapatkan apa yang ia peroleh saat ia seusiaku kini. Kami berbeda, dan ia masih belum mampu ku tandingi bahkan untuk ku imbangi sekalipun.
Meski aku tidak sebaiknya, tidak terhormat sebagaimana dia, aku akan tetap menjadi lebih baik bagi diriku sendiri. Karena masing-masing memiliki tempatnya sendiri, aku menghadapi tantangan yang berbeda darinya. Meski aku tidak akan sebaik dia, aku akan tetap berusaha memperbaiki diri, seburuk apapun kondisiku kini. Karena satu hal yang kuyakini, semua yang telah kulalui dan akan kujalani adalah nikmat dariNya, dan itu yang terbaik bagiku. Insyaallah.

Senin, 31 Agustus 2015

Cintaku

Cinta, kondisimu kini sangat menyedihkan, kau sedang  sakit, cinta.
Kau sedang menahan perih akibat luka yang tertoreh karena ulah ku.
Cinta, maafkan aku yang selama ini hanya bisa membuatmu menangis.
Cinta, mereka semua mencari sang tersangka, dan kamu tahu sendiri siapa yang mereka cari.
Kamu benar cinta, luka itu akibat ulah ku,  juga perlakuan mereka kepadamu.
Kamu benar cinta, semua yang sedang menuduh itu saling menyalahkan, sementara mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan hanya akan menambah kepedihanmu.
Maafkan aku cinta, aku telah lama hilang tidak memperhatikan kondisimu.
Maafkan aku cinta, bila selama ini yang kufikirkan hanya hidupku.
Kini ku harap kau mampu bertahan dan tetap kuat menghadapi kondisi yang tidak terduga bagaimana buruknya.
Cinta, kini kau harus percaya semua akan membaik, mereka akan menyadari apa yang telah terjadi padamu, apa yang telah mereka lakukan padamu.
Mereka akan tahu bahwa semua memiliki kesalahan, termasuk mereka yang sedang saling menyalahkan, termasuk mereka yang sengaja telah  mengabaikanmu, termasuk mereka yang telah berbuat jahat padamu, yang mengambil bagian dirimu sesuka nya, termasuk mereka yang memainkan jari dari jauh untuk menjatuhkanmu, termasuk mereka yang menghina dan merendahkanmu.
Mereka semua akan tahu, bahwa kamu masih memiliki banyak teman disisimu yang akan mengangkatmu, memperbaiki namamu, mengembalikan senyum manis di wajahmu, mengobati luka hatimu, membantumu untuk bangun dan berdiri dengan kaki sendiri.
Mereka akan tahu dan akan menyesali diri sendiri karena telah mengabaikanmu, menjatuhkanmu, melukai demi kesenangan mereka sendiri.
Kelak mereka akan bangga menyebutmu sebagai cinta mereka.
Kelak hari itu akan datang dan dunia akan tersenyum padamu.
Kelak hari itu akan datang dan sebelum itu, aku akan tetap berdiri di sisimu, cintaku.

Cinta, semoga Dia memberimu keberkahan sepanjang waktu.
Selamat hari jadi cintaku, kau akan selalu ada dalam hatiku, Indonesiaku. 

Cinta

Cinta 
Ia bagaikan udara yang mengisi paru-parumu. 
Tanpanya bernafas akan menjadi sangat sulit. 
Tanpanya bergerak tak kan mampu. 
Tanpanya kau bagai bunga yang layu. 
Tanpanya semua semu. 
Tanpanya hanya ada rindu. 
Cinta
Bagaimanapun kondisinya ia adalah cinta 
Hal yang sangat dibutuhkan semua manusia 
Alam dan seisinya hanya mampu menjadi benda tak berguna bila tanpa cinta. 
Cinta 
Dimanapun ia, akan selalu ada 
Karena cinta maka alam ini tercipta 
Tak perlu kau jauh hanya untuk mencarinya 
Karena cinta itu ada bahkan saat kau sendiri 
Cinta
Rasa yang tak tersampaikan melalui kata
Karena ia lebih dari kata yang ada
Cinta
Rasa yang tak tergambarkan oleh lukisan
Karena ia lebih dari titik dan garis yang ada
Cinta 
Rasa yang tak terbayangkan oleh cerita
Karena ia lebih dari semua kisah yang ada
Cinta 
Ia sangat membingungkan
Bila kau tak mampu membacanya
Ia sangat menyakitkan 
Bila kau tak mampu memahaminya
Ia sangat menyedihkan
Bila kau beri pada yang tak berhak menerimanya
Ia sangat memalukan
Bila kau tak mampu merasakannya
Cinta
Banyak arti tentangnya
Banyak terjemahan darunya
Banyak definisi yang disandarkan padanya
Banyak makna yang mengikutinya
Cinta
Yang paling memahaminya hanya Dia yang menciptakan cinta
Cinta
Minta pada Dia yang memilikinya, maka dunia dan seisinya akan mencintaimu 



Minggu, 08 Februari 2015

Masalah kita
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
Seorang saudaraku sedang terpuruk dalam  lubang yang sama, yang sebelumnya ia telah beberapa kali keluar darinya. Namun ternyata kali ini ia jatuh kembali. Berkalli-kali ia jatuh dan berkali-kali pula ia berusaha keluar darinya. Namun disaat menemui jalan yang sama, ia terus jatuh ke dalam lubang yang sama pula.
Apa yang salah darinya, hingga dia bisa jatuh berkali-kali ke dalam lubang yang sama? Mungkinkah karena dosa-dosa yang telah ia lakukan? Sehingga kegelapan dosa-dosa itu membutakan matanya. Membawanya kembali masuk ke dalam lubang yang sama. Sungguh menyedihkan bila saya melihatnya. Hatinya sungguh ingin dan mengharapkan cahaya, ini bukanlah angan-angan atau anggapan saya karena sungguh terlihat dari usahanya untuk memperbaiki diri.
Apa yang salah darinya, hingga ia dibutakan oleh kegelapan dosa-dosa yang bila ia bersedia meneliti jalan yang pernah ia lalui dengan baik, ia mampu membaca dimana letak lubang itu dan tidak jatuh kembali ke dalamnya. Karena sungguh, ia adalah seorang manusia yang selalu ingin belajar dalam menjalani kehidupan ini. Ini bukan sekedar penilaian saya, ini tampak dari usahanya dalam memahami masalah-masalah yang terus muncul berganti di hadapannya.
Kini ia jatuh kembali ke dalam lubang yang sama, dan sedang berusaha kembali keluar dengan tenaga yang sudah banyak terkuras karena panjangnya perjalanan. Namun satu hal yang patut diberikan perhatian, meskipun telah berkali-kali jatuh pada lubang yang sama, ia tidak pernah putus asa dari pertolongan dan ampunan Tuhannya. Ia yakin Tuhannya selalu memperhatikannya dan mengawasinya, menjaganya dan melindunginya, menolongnya dan menganpuninya.
Ini adalah kisah seorang teman saya yang sangat saya sayangi, namanya menjadi ingatan sementara wajah dan sikapnya menjadi kerinduan. Ia adalah seorang teman yang baik hati, ramah dan mudah berteman, pehatian dan penyayang. Karena sifatnya banyak orang yang suka, tidak sedikit pula yang benci dan ada pula yang kecewa.
Perjalanan hidupnya akan menjadi pelajaran bila ia mampu menuliskannya pada lembaran buku. Menjadi suluh yang memberikan sedikit cahaya pembelajaran dalam menapaki jalan yang kekurangan cahaya. Menjadi tongkat yang memberikan sedikit kekuatan pijakan dalam melangkahi jenjang-jenjang kehidupan ini.
Menyudutkannya dan menghukumnya atas kesalahannya yang tidak disengaja bukanlah hal yang seharusnya kita lakukan, karena dalam kesadarannya ia tidak pernah ingin kembali memasukkan kakinya ke dalam lubang yang sama. Ia melakukannya dalam kegelapan, dalam ketidak sadaran yang menempa diri. Yang seharusnya kita lakukan adalah dengan memberikan tangan untuk membantunya melangkah, memimpinnya, menunjukinya jalan yang dapat menghindarkannya dari lubang yang sama.
Demikian seharusnya kita bila menemukan seorang teman yang memiliki masalah dengan lubang di jalan kehiduapnnya. Ini bukan hanya maslah ia pribadi, ini adalah masalah kita semua. Kemudian bagaimana kita mengatasinya, kembali kepada kita semua. Akankah kita membiarkannya jatuh kembali ke dalam lubang yang sama? Ataukah kita berusaha membantunya melewati jalan itu hingga ia dapat selamat dari lubang di jalannya?

Dan Allah lebih mengetahui.

Sabtu, 07 Februari 2015

Tugas dan Kewajiban Kita

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.

Sungguh, kita tahu akan kondisi yang sedang dihadapi bangsa ini. Dengan pemerintahan dan strukturnya, dengan aturan dan sanksinya, dengan masyarakat dan norma adatnya, dengan agama dan pelaksanaannya, dengan semua sisi dan perjalanan kehidupannya.

Kita mampu mengetahuinya, karena memang alam yang kita jalani saat ini membuka peluang bagi semua untuk dapat membaca, melihat dan mendengar bagaimana kondisi bangsa ini. Namun pengetahuan yang kita miliki itu tidak lantas menjadi sebab bagi kesadaran dan kearifan diri terhadap kondisi bangsa ini.

Kita bisa tahu bahwa harga bensin dan solar berubah naik dan turun hanya dalam hitungan bulan. Kita bisa tahu masih banyak sekolah-sekolah di mana para pelajarnya sering tawuran. Kita juga tahu banyak oknum pemerintah dan bahkan wakil rakyat yang terlibat korupsi. Namun kita tidak sadar bagaimana kondisi iman dan kepercayaan rakyat bangsa ini. Kita tidak memikirkan hal itu, karena beranggapan bahwa iman dan kepercayaan adalah masalah pribadi yang tidak seorangpun dapat campur tangan di dalamnya.

Kita tidak sadar bahwa iman dan kepercayaan adalah kunci dari sebuah pintu kesadaran dan dengannya kita mampu memahami bagaimana kondisi bangsa ini sesungguhnya. Kita memandang bahwa kuat atau lemahnya kadar keimanan dan kepercayaan seseorang tidak mempengaruhi kehidupan kita, kehidupan masyarakat. Salah, hal ini sangat fatal.

Pemahaman kita yang keliru tentang iman seseorang yang menyebabkan bangsa ini terpuruk dan terus merangkak mencari jalan agar tidak terus berputar-putar pada sebuah kondisi yang sama. Kepedulian tehadap tingkat dan kadar keimanan anggota keluarga, anggota masyarakat, orang-orang di sekitar kita adalah sebuah keniscayaan. Dengan adanya kepedulian tersebut akan membawa kesadaran akan pentingnya saling menjaga, menjaga keimanan, saling menasehati, memberikan pelajaran, saling memberikan perhatian dan perlindungan.

Mengapa kita harus peduli terhadap keimanan orang lain, bukankah ibadah adalah urusan manusia secara pribadi kepada Tuhannya? Benar, bila dikatakan bahwa ibadah adalah urusan manusia secara pribadi kepada Tuhannya, namun tidak seluruh ibadah menjadi bagian pribadi. Ada ibadah-ibadah yang mana ia bersentuhan lansung dengan manusia dan alam semesta, bukankah dua dari rukun Islam merupakan ibadah yang berkaian lansung dengan urusan sesama manusia? Zakat dan  haji misalnya, bila dalam zakat kita menemukan ada delapan golongan manusia yang berhak mendapatkan zakat dari kita, maka dalam ibadah haji, manusia-manusia itu menjadi tempat bagi kita untuk berbagi daging hewan yang kita kurbankan.

Alasan lain mengapa kita harus peduli pada kondisi keimanan bangsa ini adalah dikarenakan keimanan merupakan dasar dari sebuah konsep diri yang juga mempengaruhi karakter dan sifat serta sikap seseorang. Bila baik imannya, maka baik pula ibadah dan akhlaknya, lalu sebaliknya, bila buruk dan lemah imannya maka buruk pula ibadah dan akhlaknya. Kita dapat mengetahui bagaimana kondisi keimanan seseorang melalui akhlak yang ia miliki dalam kesehariannya.

Dengan pengaruh yang besar terhadap akhlak, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi bangsa ini dipengaruhi oleh kondisi keimanan dan kepercayaan tiap individu yang ada di dalamnya. Bila sang pemimpin negara memiliki keimanan yang kuat maka ia mampu memilah kebijakan mana yang seharusnya di terapkan dan mana yang harus dihapuskan. Dengan begitu rakyat akan merasa tenteram dan aman dibawah kepemimpinannya. Dengan keimanan yang kuat pula, para pendidik anak-anak bangsa ini akan terus berusaha menanamkan keimanan yang sama kuatnya kepada tiap peserta didiknya, dan dengan begitu akan muncul pula anak-anak bangsa yang mampu menjaga pesatuan di antara sesama manusia. Keimanan yang kokoh pula yang menjaga para penjalan pemerintahan dan wakil rakyat di dewan untuk tetap kuat dalam menjalankan amanah.

Demikianlah pengaruh keimanan pada bangsa ini, maka tidak ada alasan bagi kita untuk terus beranggapan bahwa masalah aqidah, masalah tauhid, masalah keimanan adalah masalah pribadi yang tidak bisa kita campuri.

Ini adalah tugas kita yang mencintai bangsa ini, mencintai negara ini, mencintai agama ini. Ini adalah tugas kita dan menjadi kewajiban bagi kita meski tidak ada lagi manusia yang mau memikulnya. Tugas dan kewajiban ini adalah milik kita dan 'kullukum ra'in wa kullukum mas'ulun 'an ra'iyyatih'.

Dan Allah lebih mengetahui.


Kamis, 25 September 2014

Rahasia

Bismillah
Selalu memiliki rahasia.

Tanpa di sadari, kita memiliki rahasia. Beberapa hal yang hanya dibagi pada orang-orang tertentu, atau dibagikan kepada kelompok tertentu atau bahkan hanya disimpan sendiri bersama sang Pemilik hari.

Kadang terlewatkan begitu saja, keberadaannNya sebagai yang ketiga saat manusia berdua. Dia mendengar mereka, bisa melihat apa yang mereka lakukan, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka rahasiakan. Namun manusia masih bisa memiliki dan menyimpan rahasia karena memang Dia sang penjaga rahasia hingga manusia itu sendiri yang membukanya.

Rahasia, hal yang selalu kita punya, kamu, saya, mereka, bahkan semua makhluk memiliki rahasia.
Saat dua manusia berjanji hanya untuk bicara berdua, mereka sungguh harus ingat bahwa akan ada yang ketiga. Karena meski hanya kamu yang ada di dunia, kamu tidak akan pernah sendiri. Ada mata yang mengawasi.

Rahasia, kadang sangat asik bila dimiliki, kadang juga menjadi sebuah ancaman bagi diri sendiri. Rahasia bagaikan harta terpendam yang hanya tanah yang menggenggam. Rahasia juga bisa berbahaya bagai penyakit mematikan perlahan dan hanya tubuh yang merasakan bagaimana ia menjalari tiap inci aliran darahmu.

Rahasia juga dimiliki Tuhan, dan manusia yang selalu haus akan kebenaran berusaha menggali dan menemukan rahasia-rahasia Tuhan melalui wahyu dan ciptaanNya.

Alam memiliki rahasia, dan sang pemimpin bumi akan berusaha dan terus berusaha hingga mengungkap semua rahasia yang ada. Manusia tidak akan berhenti mencari dan menemukan hal-hal yang masih menjadi rahasia, menamakannya sebagai hal yang baru diketahui hingga alam ini luluh lantak dengan kehendakNya.

Manusia selalu menyimpan rahasia. Rahasia menjadi penyakit bagi manusia saat rahasia itu adalah hal yang mampu merubah alam menjadi kelam, mata tajam memandang, wajah spontan berpaling, senyuman hilang dan hinaan datang. Rahasia ini harus disimpan dan disembunyikan dari manusia lain, hingga pembawanya menemui Tuhan. Akan amat berbahaya bila ia diketahui manusia lain, terutama mereka yang tidak pernah menginginkan hal itu ada atau pernah ada meski sesaat.

Ya, rahasia memang amat berbahaya bila ia adalah maksiat manusia. Ia melakukannya di malam hari saat alam tidak mengetahui keberadaannya, saat mata dan telinga tertutup tiada sadar akan kehadirannya. Rahasia ini harus tertanam dan tenggelam bersama sunyinya malam , atau terhapus pudar bersama riuhnya hari. Jangan ada satu manusia lainpun yang menyadari, atau mengetahui apa yang telah terjadi. Namun tidak ada yang membuka rahasia itu melainkan mereka yang telah menyimpannya. Tanpa sadar ia membuka keburukannya, menyebar berita maksiatnya dan manusia lain hanya bisa bertanya dan menilai bagaimana kelanjutannya.

Rahasia, kita selalu memilikinya. Berharaplah semoga kotak rahasia yang berisi keburukanmu, maksiat dan dosamu tidak pernah terbuka, lalu serahkan kuncinya pada sang pemilik nyawa agar ia dapat menghapus mereka satu persatu hingga tiada bersisa.

Selasa, 16 September 2014

Sebisanya

Bismillah

Hari ini saya merasa sangat lemah, karena hanya mampu menyelesaikan beberapa pekerjaan, sementara tugas yang harus saya hadapi masih banyak.

Selalu, dengan waktu yang dimiliki, tugas dan kewajiban yang menunggu untuk sekedar disentuh, serta beberapa keinginan yang diharapkan dapat dipenuhi hanya memiliki satu tubuh yang terbatas kemampuannya.

Ya, sebisanya. Bagaimanapun, semua adalah pemberian Tuhan kepada kita umatnya. Semoga dengan pemberian itu, diri ini mampu mengambil pelajaran, meneguk kenikmatan, dan berbagi kasih sayang.

Ya, sebisanya. Karena hanya dua tangan yang kita punya. Itu adalah anugerah yang sangat berharga. Dengan keduanya, kita dapat menggenggam dunia. Dengan keduanya pula kita dapat memberi kebaikan kepada sesama.

Ya, sebisanya. karena hanya ada 24 jam dalam sehari. Meski selalu tidak mencukupi, namun tak banyak dari kita yang menyadari bahwa waktu itu terbatas karena keterbatasan diri.

Ya, sebisanya. Karena ini yang kita punya. Pergunakan kesempatan yang ada, lakukan yang terbaik saat ini juga.

a message for you and me

Mencuri waktu ditengah kesibukan hari yang tiada henti.
Dengan atmosfer kota yang tercemar oleh tangan manusia, menyesakkan dada menyebabkan bencana.

Senin, 08 September 2014

Sampai di sini

Bismillah
Sampai pada posisi ini saya berfikir. Mungkin ini adalah saat yang sangat tepat bagi kita untuk belajar kembali. Membaca kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan memperbaikinya untuk perjalanan kedepan.

Bagaimanapun, kehidupan harus tetap berjalan. Karena waktu tidak akan berhenti hanya karena isak tangis seorang manusia berdosa yang bersalah dan menyesali kesalahannya. Karena waktu juga tidak akan berulang kembali hanya karena segelintir manusia yang baru menyadari kesalahan yang telah mereka lakukan.

Bagaimanapun kita menyesali sebuah kesalahan, bagaimanapun kita menangisi sebuah dosa yang telah dilakukan, waktu akan terus berjalan membawa kita menemui kondisi dan situasi yang berbeda. Namun evaluasi dan intropeksi adalah hal yang mesti dilaksanakan. Karena tanpanya, sebuah maksud perbaikan tidak akan dapat dilaksanakan dengan sempurna. Keduanya, evaluasi dan intropeksi merupakan ruang yang harus dimasuki dan jalan yang harus dilalui sebelum masuk ke dalam ruang perbaikan. Dengan evaluasi, kita dapat mengetahui bagian mana dari sejarah perjalanan ini yang harus diulangi. Bagian mana darinya yang harus kita hindari dan bangian mana pula yang harus diatasi dengan menemukan solusi. 

Saya berfikir. Hingga kini, kita masih harus belajar bahwa ternyata kekuatan kita belum seberapa. Masih banyak yang harus dibenahi sebelum tangan ini menggenggam dunia. Akar yang berada di dalam tanah harus mampu menjalar keselilingnya, menembus ke dalam bumi, sabar dengan keberadaannya yang tidak diketahui. 

Akar itu adalah kunci pertama keberhasilan kerja-kerja ini, bila mereka memberontak ingin menunjukkan gigi, wajah dan suara, maka cukuplah sampai di sini saja pertumbuhan pohon perjuangan kita. Ia tidak lagi mampu memberi rindangan daun dan cakar ranting yang tinggi karena pondasi dimana sebelumnya kaki dapat berpijak kini tidak terasa lagi. Karena akar telah muak bersembunyi dan menyepi di dalam tanah tak terdeteksi. Karena akar berharap dapat dipuji sebagaimana batang dan rating yang meninggi. Karena akar merasa tidak pernah diberikan peduli.

Hingga di sini saya berfikir kembali. Bila akar tak mampu bekerja dengan sempurna, biarlah batang dan ranting mengalah membantunya. Meski keduanya tak mampu menggantikan kerja akar mereka, namun sekurang-kurangnya dapat membantu meringankan beban akarnya. Batang dan ranting harus menahan diri dan terus berusaha agar tinggi dan cakarnya tidak menyebabkan akar kepayahan menyeimbangkan pohon kerja, agar akar mampu memberikan nutrisi pada semua bagian pohonnya. Sehingga meskipun pohon itu terlihat kalah tingginya, namun rimbun dan segar daunnya serta manis buahnya, tidak mudah tercabut dari bumi yang tercinta.

Saya berfikir. Demikianlah kita, mungkin akan ada saatnya saat pohon kerja kita harus menahan keinginannya untuk tinggi menjulang dan besar melebar. Mungkin ada saatnya dimana kita harus memperbaiki akar dan memperbarui nutrisi tanah tempat pohon kerja ini tumbuh. Mungkin akan ada saatnya kita harus berlapang dada melihat pohon lain dipuji karena bagusnya, sementara kita terlindung tak terlihat karena pendeknya.

Kemudian saya bertanya pada sang pemilik masa, munginkan saat itu telah dekat atau ternyata ia telah berada di hadapan kita?

Malam yang sunyi, setelah diskusi bersama sang pengganti diri di pohon kerja ini.

Selasa, 01 Juli 2014

Hati

Manusia
Mahkluk yang berakal ini tidak sekedar pengisi bumi.
Meski jumlahnya masih dikalahkan oleh jenis serangga, namun ia sangat mendominasi kehidupan di bumi.

Hati adalah hal lain yang dimiliki manusia.
dengan hati, manusia dapat meraskan berbagai emosi.
dengan hati pula manusia dapat memakmurkan bumi.

Namun sebagaimana juga akal, hati kadang tidak selalu benar dan lurus.
Ia butuh dijaga dan dirawat, sehingga dengannya semua gerak tubuh adalah hal-hal yang dibenarkan syari'at.

Mawar dan Duri

saya pernah membaca sebuah tulisan. 

lupa siapa yang menulisnya namun begini intinya:

Orang-orang selalu menyesali kenapa mawar memiliki duri, namun saya menyenangi karena duri memiliki mawar.

indah bukan?
Melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang lain.
Memandang dengan cara yang berbeda terhadap dunia kadang dibutuhkan. dalam hal apapun itu.

Karena dengan menggunakan cara pandang yang berbeda, kita mampu meihat sisi lain yang kadang sebenarnya lebih indah untuk dilihat dan diamati.

Demikian hidup ini, semua tergantung kepada kita. apakah ingin menyesali atau ingin mencari hal lain yang dapat membawa kebahagiaan unik yang tidak dirasakan orang lain.

Si idealis


Berbicara tentang hal-hal yang normatif, yang idealis, seperti keluar dari saya yang sebenarnya. Mengatakan saya harus menjaga hati hanya untuk Allah, sementara mata ini terkadang masih selalu melirik ke arah laki-laki di jalanan. Mengatakan saya harus selalu mengingat Dia, sementara hati saya kadang selalu memikirkan seorang laki-laki, keadaannya, kebaikannya, dan hal-hal yang spesial darinya.
Jika saya katakan munafik, itu sangat jauh. Namun begitulah perasaan saya. Serasa seperti apa yang ada di dalam diri ini hanyalah kebohongan-kebohongan. Semua hal yang bertentangan dengan yang idealis itu yang saya lakukan. Dosa dan kesalahan serta kekhilafan di dalam kehidupan tidak dapat saya hindari. Ini adalah saya.
Bila dikatakan manusia yang buruk adalah manusia yang mempunyai dua kepribadian, mungkn itu adalah saya. saya merasa memang mempunyai hal itu. Sisi diri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Di satu sisi saya adalah seorang manusia yang selalu berusaha melakukan yang terbaik bagi semua yang kumiliki. Menjadi manusia yang ideal, manusia yang diharapkan hadir ditengah-tengah dunia, menjadi manusia yang wajib. 
Namun satu sisi lainnya, apa adanya, saya adalah saya yang selalu bermain dengan perasaan-perasaan, kenangan-kenangan, menginginkan sesuatu yang terkadang jauh dari apa yang seharusnya saya lakukan, bahkan bertentangan dengan konsep manusia beriman menurut saya. Yang saya bicarakan di sini bukan masalah akidah, namun akhlak, pergaulan sehari-hari dengan manusia-manusia diluar, saya yang serba kekurangan.
Idealis, kadang saya berfikir bahwa saya adalah tipe seorang manusia yang idealis, namun jika dipandang lagi ke dalam, yang didapatkan adalah diri yang masih serba kekurangan. Dan idealis akhirnya hanya menjadi cita-cita dalam fikiran. Hidup dengan apa yang seharusnya, sangat idealis dan normatif.
Pandangan sisi lain dari diri saya mengenai kehidupan yang ideal itu terkadang terasa sangat membosankan, tiada hal-hal baru yang bisa menambah warna di dalam jalur pengalaman. Polos dan jelas, karena semuanya bergantung pada ketentuan dan aturan main kehidupan yang seharusnya. Sangat membosankan. Namun adakalanya sang idealis itu berubah menjadi sangat menggiurkan. Seperti segelas minuman yang tidak hanya menghilangkan dahaga tetapi juga dapat memberikan kenikmatan yang tak dapat diberikan oleh benda apapun di dunia ini. Kenikmatannya dapat mengalahkan akal dan hati.
Munafik jika saya berbicara mengenai susuatu yang seharusnya dilakukan, menerangkan bagaimana melakukannya, menjelaskan manfaat dan bagaimana fungsinya dalam kehidupan namun dikehidupan saya hal itu susah untuk dicapai. Sulit dilakukan meski terkadang sudah berusaha untuk melaksanakannya.
Idealis kadang menjadi sebuah capaian, bukan jalan. Bagi saya hal itu sering terjadi.
Banyak anggapan di luar sana mengenai saya, yang selalu ingin segala sesuatunya berjalan dengan sebagai mana mestinya. Begitu pandangan mereka, saya adalah sang idealis. Tetapi mereka tidak sepenuhnya benar, apa yang  saya lakukan adalah apa yang hati ini inginkan. Nuraniku bermain peranan.
Ketika dikatakan “sok suci” atau “sok bersih”, saya tidak bisa memberikan jawaban, karena yang dilakukan adalah apa yang diinginkan hati. Bukankah hati ini kadang bersih dan terkadang kotor? Mungkin mereka hanya melihat saya ketika ia bersih, dan Tuhan menutupi perbuatan saya ketika ia kotor. Sehingga yang bisa mereka katakan ketika saya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan nafsu maka kata-kata yang  saya dapatkan adalah hinaan dan cemoohan.
Bukankah seharusnya manusia harus selalu berusaha untuk membersihkan diri? Meski dia bukan malaikat yang memang sudah bersih adanya, namun itu adalah salah satu keistimewaan manusia. Ketika bayak hal di dunia yang mampu mengotori hatinya, ia sanggup berjuang melawan semuanya, membersihkan hatinya. Meski kadang telah kotor dan berkarat tetapi ketika cahaya itu datang menyapa sang hati, kotoran terbandel pun mampu dibersihkan.
Cahaya itu tidak datang kepada semua orang, karena cahaya itu adalah hasil dari pilihan. Manusia dapat memperoleh dan menjaga cahaya itu agar tetap berada di dalam hatinya. Namun cahaya itu tidak datang dengan begitu saja, karena manusia telah diberikan pilihan. Pilihan yang menentukan kehidupan selanjutya, membawanya kepada cahaya atau mejauhkannya dari cahaya.
Sang idealis adalah salah seorang yang akan berusaha mendapatkan cahaya itu. Karena ia tahu itu yang seharusnya ia lakukan. Sementara saya, selalu berada dalam posisi dimana sang idealis harus berjuang mati-matian memperebutkan kursi penguasa di tubuh, hati dan akal ini. Kadang ia bisa memenangkannya, namun terkadang nafsu yang mendudukinya.

Pekanbaru, 25 12 2012
Sianghari setelah dzuhur dilaksanakan.
 Bismillah
Alhamdulillah, Allah mempertemukan kita dengan bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan, dan hal menyenangkan dari bulan Ramadhan selain limpahan pahala bagi setiap amalan yang dikerjakan pada tiap detiknya, kemenangan di bulan syawal akan selalu menunggu untuk didatangi.
Tapi tidak manusia jika bisa hidup tanpa masalah, bahkan di bulan yang penuh kegembiraanpun ada kecemasan-kecemasan yang menggelayut di dalam hati.
Bulan syawal, bulan di mana setiap muslim kanbergembira, saling mengunjungi dan bermaaf-maafan. Sangat indah, lalu apa masalahnya yang membuat cemas?
Bersalaman, itu masalahnya. Masalah bersalaman ini sudah banyak di dikaji oleh para ulama, mau sunni, syi’ah, bahkan Hizb al-Tahrir sekalipun.
Bersalaman yang dalam bahasa arabnya adalah mushafahah, yaitu memegang tangan dengan tangan sebagaimana yang ditulis oleh Doktor Hisam al-Din di dalam tulisannya yang berjudul al-Adillat al-Syari’ah ‘ala Tahrim Mushafahat al-Marah al-Ajnabiyah. Selain itu, beliau juga mengutip beberapa pengertian lain yang disebutkan oleh beberapa ahli bahasa, seperti  Al-Jauhari, Al-Fiwami dan Ibn Mandzur dalam Lisan al-Arabnya. Yang pada intinya,  mushafahah atau berjabat tangan adalah membuka dan melebarkan tangan kepada tangan orang lain kemudian memegang atau menjabatnya.
Mengenai hukum berjabat tangan dengan orang-orang yang bukan mahram, sebagaimana yang ditulis oleh Doktor Hisam al-Din bahwa para ulama sunni yang tergabung dalam mazhab Hanafiyah, Malikiyah, syafi’iyah dan Hanabilah (pengikut imam Ahmad Ibn Hambal) menyatakan haram dengan berbagai dalil baik dari al-Qur’an maupun hadits.
Misalnya Imam al-Nawawi yang berasal dari Mazhab Syafi’iyah berkata : ....bahwasanya suara perempuan tidak termasuk aurat dan dilarang menyentuh kulit perempuan ajnabi (bukan mahram) melainkan karena alasan darurat seperti dalam pengobatan.
Demikian juga ulama kontemporer seperti Nashr al-Din al-Albani yang menggunakan hadits yang di riwayatkan oleh al-Tabrani dan al-Baihaqi, dari Ma’qil bin Yasar, dari Nabi saw: “sesugguhnya ditusukkan kepala seseorang di antara kamu dengan jarum besi, itu lebih baik daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya”.
Demikian pula Wahbah al-Zuhaili yang menggunakan sabda Nabi saw: “sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan perempuan”, sebagai dalil. Begitu pula Muhammad ‘Abd al-‘Aziz ‘Amru dan Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi
Adapun Yusuf al-Qardhawi, di dalam bukunya Fatawi Mu’ashirah, pada awal pembahasannya, ia menuliskan bahwa ada dua hal yang tidak diperselisihkan oleh para ulama, yaitu mengenai keharaman bersalaman apabila disertai  dengan  syahwat  dan  taladzdzudz (berlezat-lezat) dari salah satu pihak, laki-laki atau wanita, atau dibelakang itu dikhawatirkan terjadinya  fitnah, menurut dugaan yang kuat. Ketetapan ini diambil berdasarkan pada hipotesis bahwa menutup jalan menuju  kerusakan  itu  adalah wajib. Yang kedua yaitu adanya kemurahan  (diperbolehkan)  berjabat  tangan  dengan wanita tua yang sudah tidak punya gairah terhadap laki-laki, demikian pula dengan anak-anak kecil  yang  belum  mempunyai syahwat  terhadap  laki-laki,  karena berjabat tangan dengan mereka itu aman dari sebab-sebab fitnah. Begitu pula bila si laki-laki sudah tua dan tidak punya gairah terhadap wanita.
Kemudian al-Qardhawi menuliskan bahwa mayoritas ulama yang berasal dari kalangan sahabat, tabi’in dan orang-orang sesudah mereka yang menyatakan berjabat tangan yang tidak disertai dengan syahwat hukumnya haram berdalil dengan alasan menutup pintu fitnah dan kerusakan atau sadd al-dzari’ah dan alasan ini dapat diterima tanpa ragu-ragu lagi ketika syahwat bergerak, atau karena takut fitnah bila telah tanpak tanda-tandanya.
Setelah memperhatikan riwayat-riwayat mengenai sikap nabi dan para sahabat yang berkaitan dengan bermushafahah, al-Qardhawi menyimpulkan bahwa semata-mata bersentuhan kulit tidaklah haram. Apabila didapati sebab-sebab yang menjadikan percampuran (pergaulan) yang aman dari fitnah bagi kedua belah pihak, maka tidak mengapa berjabat tangan antara laki-laki dengan perempuan ketika diperlukan, seperti ketika datang dari perjalanan jauh, seorang kerabat laki-laki berkunjung kepada kerabat wanita yang bukan mahramnya atau sebaliknya, seperti anak perempuan paman atau anak perempuan bibi baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayah, atau istri paman, dan sebagainya, lebih-lebih jika pertemuan itu setelah lama tidak berjumpa.
Al-Qardhawi menyebutkan dua hal yang perlu ditekankan: Pertama, bahwa berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan itu hanya diperbolehkan apabila tidak disertai dengan syahwat serta aman dari fitnah. Apabila dikhawatirkan terjadi fitnah terhadap salah satunya, atau disertai syahwat dan taladzdzudz (berlezat-lezat) dari salah satunya maka keharaman berjabat tangan tidak diragukan lagi. Bahkan seandainya kedua syarat ini tidak terpenuhi - yaitu tiadanya syahwat dan aman dari fitnah - meskipun jabatan tangan itu antara seseorang dengan mahramnya seperti bibinya, saudara sesusuan, anak tirinya, ibu tirinya, mertuanya, atau lainnya, maka berjabat tangan pada kondisi seperti itu adalah haram. Demikian pula berjabat tangan dengan anak yang masih kecil pun haram hukumnya jika kedua syarat itu tidak terpenuhi.
Kedua, hendaklah berjabat tangan itu sebatas ada kebutuhan saja, seperti dengan kerabat atau semenda (besan) yang terjadi hubungan yang erat dan akrab dengan mereka; dan tidak baik hal ini diperluas kepada orang lain, demi membendung pintu kerusakan, menjauhi syubhat, mengambil sikap hati-hati, dan meneladani Nabi saw. - tidak ada riwayat kuat yang menyebutkan bahwa beliau pernah berjabat tangan dengan wanita lain (bukan kerabat atau tidak mempunyai hubungan yang erat).
Al-Qardhawi mengakhiri tulisannya dengan anjuran yang lebih utama bagi seorang muslim atau muslimah - yang komitmen pada agamanya - ialah tidak memulai berjabat tangan dengan lain jenis. Tetapi, apabila diajak berjabat tangan barulah ia menjabat tangannya.
Dari tulisan al-Qardhawi, dapat dipahamai bahwa dalam hal ini, ia sangat berhati-hati dalam memutuskan hukum berjabat tangan. Karena dia dan kita semua sama-sama megetahui bahwa berjabatan tangan telah menjadi kebiasaan di antara manusia, demikian pula di dalam masyarakat kita. Berjabat tangan telah menjadi tradisi dan dianggap sebagai sebuah cara menghormati dan memberikan sambutan baik terhadap orang lain.
Tradisi ini telah melekat sekian lama di dalam kehidupan bermasyarakat di dalam umat ini. Bahkan ketika seseorang yang tidak menerima atau menolak jabatan tangan dari orang lain, maka ia akan dianggap tidak mempunyai adab dan etika sopan santun dalam bergaul.
Di sisi lain, kita mengetahui bahwa Islam sendiri adalah agama yang penuh dengan akhlak dan etika yang mulia, yang sangat menjaga kehormatan dan kesucian manusia, baik jasad maupun ruh dan jiwanya. Oleh karena itu, kehati-hatian adalah sikap yang paling utama dalam hal ini.
Bagi penulis, sesungguhnya  hukum dasar mushafahah dengan orang yang bukan mahram adalah haram. Keharaman ini di maksudkan untuk menutup pintu fitnah dan kerusakan atau sadd al-dzari’ah. Karena jika zina diharamkan oleh Allah, maka hal-hal yang dapat menyebabkan perzinaan terjadi menjadi haram hukumnya. Demikian juga halnya dengan mushafahah. Namun tidak pada semua kasus berjabat tangan dengan orang yang bukan mahram dihukumi haram. karena sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa ada orang-orang tertentu yang dibolehkan bagi kita untuk berjabat tangan dengannya.
Demikian pula jika terjadi hal sebagai mana yang disebutkan oleh al-Qardhawi seperti adanya kunjungan kerabat yang sudah lama tidak bertemu, sehingga ia membolehkan berjabat tangan. Maka dalam hal ini penulis lebih cenderung kepada kehati-hatian, yaitu dengan menggunakan alas tangan atau sebagainya sehingga tidak lansung mengenai kulit tangan.
Wallahu a’lam.